Perkembangan Teknologi dan Penagkalan HOAKS

   Teknologi sangat mempengaruhi kehidupan manusia pada masa modern seperti saat ini, dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, dimulai pada awal 1970-an,
teknologi sangat membantu atau bahkan menjadi sarana utama dalam berbagai bidang contohnya bidang kesehatan, pendidikan, transportasi, telekomunikasi, informasi, eksplorasi luar angkasa dan masih banyak lagi.


    Teknologi menjadi sarana utama dalam bidan telekomunikasi dan informasi, pembagian informasi melalui situs-situs berita online, media sosial, broadcast grup WhatsApp keluarga dan sebagainya menjadikan semua orang bisa mengakses informasi dimanapun dan kapanpun selama terhubung dengan internet hal tersebut juga menjadikan siapa saja kapan saja dan dimana saja bisa membagikan informasi secara masaal dengan biaya dan rentang waktu yang relatif sedikit.




    Di negara kita tercinta Indonesia ini, belakang telah terjadi krisis informasi dikarenakan banyaknya informasi palsu atau HOAKS yang tersebar luas tanpa batas dihampir seluruh situs-situs berita  dan sosial media masyarakat dunia maya. Begitu banyaknya masyarakat kita yang termakan hoaks bahkan sarjana, profesor ataupun doktor juga tak luput dari hoaks. Semua orang bisa termakan hoaks, setinggi apapun gelar yang tersandang padanya, karena masih manusia bukan dewa. Bias kognitif menjadi salah satu faktornya, kognitif adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapat dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu, bias sendiri berarti simpangan. Bias kognitif dapat dipicu dari banyaknya berita atau informasi tersebut disebarkan bahkan dalam beberapa bidang terdapat komunitasnya (contohnya Flat Earth Society) tanpa mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut, ini disebut Bandwagun effect. Lalu ada In-group bias yaitu kecenderungan manusia untuk mengfavoritkan orang-orang terdekat dan lebih mudah mempercayai apa yang mereka percayai. Ada pula bukti sosisal (social proof) yaitu kita tak perlu lagi menilai benar salahnya informasi jika lingkungan sosial kita sudah mempercayainya. Confirmation bias adalah kecenderungan adalah kecenderungan untuk memilih informasi yang mendukung kepercayaan kita dan tidak mempercayai informasi yang bertentangan dengan kepercayaan kita. Itulah beberapa hal yang menyebabkan seseorang setinggi apapun gelar yang disandangnya bisa termakan hoaks.
    Adabeberapa cara agar tidak sampai termakan hoaks, antara lain:
      •Pertama kenali informasi tersebut dimulai dari judulnya, hoaks biasanya melebih-lebihkan pada judulnya, seperti berita yang terlalu bagus atau terlalu hebat untuk menjadi kenyataan contohnya "Pemerintah akan bagikan emas 2kg/ktp pada 2019 mendatang" dan sebaliknya judulberita yang terlalu buruk contohnya "Indonesia akan mengeksekusi seluruh maling motor". Lalu cek sumber informasi tersebut, hoaks banyak ditemukan di situs-situs yang tidak jelas dan tidak valid. Tanggal pada informasi juga penting, hoaks sering menggunakan tanggal dan waktu yang terlalu cepat.

      •Kedua, apabila terdapat foto/video dalam informasi tersebut, lihat baik-baik dan teliti apakah itu foto/video asli atau hasil edit. Jika ingin melihat asli atau tidaknya sebuah foto bisa menggunakan google image sebagai tolak ukur keaslian foto, untuk video harus lebih teliti dalam melihatnya apakah video tersebut telah dipotong, ditampah atau diedit sedemikian rupa atau tidak.
      •Ketiga, alangkah baiknya apabila kita melihat informasi dari berbagai sisi, bukan dari satu siai saja. Terlebih dalam pandangan baik dan buruknya informasi tersebut, baik dalam hal ini terpaku pada informasi yang mendukung kepercayaan kita.
      •keempat, jangan mudah percaya dan selektif dalam memilih informasi

Itulah beberapa cara agar terhindar dafi hoaks yang semakin banyak tiap harinya di media sosial, grup WhatsApp keluarga, ataupun broadcast dari orang tercinta. 
Semoga yang saya tuliskan dapat bermanfaat apabila ada salah kata saya mohon maaf.

Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini